Edit Teks dalam Javascript Disini

Kontak Form, Bank dan Kurir

ONGKIR COD

Ketenger Menjawab Isu Deforestasi: Ekowisata Berbasis Koperasi yang Melestarikan Alam dan menghidupkan ekonomi Warga

https://www.klikbaturraden.com/2025/12/ketenger-menjawab-isu-deforestasi.html
Baturraden - Desa Ketenger, Dusun Kalipagu, Baturraden, kini menjadi contoh inspiratif bagaimana sebuah komunitas desa dapat membangun ekonomi, menjaga lingkungan, dan menggerakkan masyarakat secara mandiri di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap isu deforestasi di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Purnomo (49), masyarakat setempat bertransformasi dari desa biasa menjadi pusat ekowisata berkelanjutan yang dikelola secara profesional dan inklusif.
Segala pencapaian ini tumbuh dari pondasi Koperasi Multi Pihak Mitra Jenggala, sebuah model pengelolaan yang unik karena tidak dimulai dari modal finansial, melainkan dari kekuatan kolektif warga. Koperasi ini memberi ruang bagi pendiri untuk memiliki saham yang dapat diwariskan, memastikan keberlanjutan usaha sekaligus menanamkan rasa tanggung jawab lintas generasi terhadap kelestarian alam.




Purnomo menuturkan bahwa keberhasilan ini bermula dari komitmen sederhana terhadap alam. “Kami di Kalipagu percaya, hutan bukan warisan dari leluhur, tapi titipan untuk anak cucu. Maka cara kami menjaganya bukan dengan larangan, tapi dengan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, masyarakat akan lebih mudah diajak menjaga hutan ketika mereka merasakan langsung manfaat ekonomi dari kelestarian lingkungan.
Ia mengenang awal perjalanan komunitas yang tidak memiliki modal besar. “Kami memulai semua ini tanpa modal. Yang kami punya hanya kebersamaan, tenaga, dan niat baik. Dari situlah usaha ini tumbuh,” ungkapnya. Kini, koperasi tersebut mengelola berbagai destinasi alam seperti Curug Bayan dan Curug Jenggala sebagai wisata unggulan, serta kawasan budaya dan alam lainnya seperti Situs Lemah Wangi, Situs Batur Semende, Situs Batur Nangka, Sendang Pancarasa, Curug Tirtasena Muntu, Curug Cipokol, Curug Penganten, Curug Mertelu, Bukit Cendana, dan Bukit Rajawali, Curug Bengang dan masih banyak yang lainnya berada dalam pengelolaan langsung koperasi.
Setiap destinasi dikelola dengan prinsip bahwa manfaatnya harus kembali kepada warga. Pengelolaan parkir, misalnya, sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat dan hasilnya dialokasikan untuk Kas RT, sehingga manfaatnya menyentuh aspek pembangunan lingkungan dan kegiatan sosial di tingkat paling dasar. Selain itu, keuntungan usaha dialokasikan untuk CSR desa, pembangunan fasilitas umum, perbaikan lingkungan, hingga beasiswa pendidikan, menjadikan wisata sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
Purnomo menegaskan bahwa wisata alam juga harus aman dan memberikan rasa percaya kepada pengunjung. “Wisata alam harus aman. Semua pemandu kami wajib bersertifikat water rescue dan setiap tiket sudah termasuk asuransi. Kami ingin wisatawan senang, tapi juga pulang dengan selamat,” jelasnya. Standar ini menjadi pembeda Ketenger dengan banyak desa wisata lain, dan menjadi alasan tumbuhnya kunjungan wisata setiap tahun.



Kerja keras dan dedikasi Purnomo terhadap lingkungan juga mendapat pengakuan di tingkat provinsi dan nasional. Ia meraih Juara 1 Kalpataru Perintis Lingkungan Provinsi Jawa Tengah 2020, serta Juara Penyuluh Kehutanan selama tiga tahun berturut-turut pada 2022, 2023, dan 2024. Meski begitu, ia tetap merendah dan menyebut keberhasilan ini adalah hasil gotong royong masyarakat. “Kalau saya sendirian, tidak mungkin bisa seperti ini. Ini semua karena warga mau bergerak bersama. Saya hanya mengarahkan,” tuturnya.
Melalui ekowisata berbasis koperasi, keteguhan melestarikan alam, serta distribusi manfaat yang merata, Desa Ketenger tumbuh sebagai contoh nyata bahwa ekonomi dan kelestarian lingkungan tidak harus saling bertentangan. Purnomo menutup penuturannya dengan pesan kuat: “Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga hutan itu bukan menghambat ekonomi. Justru ekonomi yang baik datang kalau alamnya dijaga. Itu yang kami buktikan di Ketenger.”



Dengan semangat kebersamaan, Ketenger kini bukan hanya destinasi wisata—tetapi simbol harapan bahwa desa dapat membangun masa depan tanpa harus mengorbankan alamnya.
“ Kami siap berkolaborasi dengan semua pihak, baik pemerintahan maupun swasta” Pungkasnya.













7691266568900694889

Produk Terkait

Azizah

Azizah Telah memesan hotel

Fahri

Fahri Telah membeli tiket wisata

Form Bantuan Whatsapp

Hello! Ada yang bisa dibantu?
×
0
Total Belanja
Check Out
Total Harga ( Produk)

:

:

Isi Form Booking Hotel Atau Tiket Di Bawah Ini

Total Harga ( Produk)

Total Pembayaran:

Tulis Alamat Anda

Tulis catatan disini untuk keterangan lainnya

Tampilkan Kupon
KIRIM
Ok